4 Survei Pilkada Jakarta Unggulkan Pram-Rano atas RK-Suswono Anjlok -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

4 Survei Pilkada Jakarta Unggulkan Pram-Rano atas RK-Suswono Anjlok

Senin, 28 Oktober 2024 | Oktober 28, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-10-28T15:22:23Z

JAKARTA-Pilkada Jakarta mulai menunjukkan gejolak setelah debat cagub-cawagub pada Minggu (6/10/2024).

Elektabilitas paslon nomor 3, Pramono Anung-Rano Karno berhasil menyalip paslon nomor 1, Ridwan Kamil (RK)-Suswono. Sementara, paslon nomor 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto cenderung stagnan.

Empat hasil survei dari tiga lembaga berhasil merekam anjloknya elektabilitas RK-Suswono dan melesatnya Pramono-Rano hingga kurvanya bergambar huruf x alias terjadi penyalipan.

Hasil survei tersebut secara kronologis dirilis dari mulai September awal hingga pertengahan Oktober 2024.

Berikut rangkuman empat hasil survei terkait elektabilitas paslon Pilkada Jakarta 2024:

LSI (6-12 September)

Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) 6-12 September 2024, pada simulasi tiga paslon, menunjukkan keunggulan RK-Suswono, elektabilitasnya 51,8 persen.

Sedangkan paslon Pramono Anung-Rano Karno dipilih 28,4 responden.

Paslon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto hanya mendapat elektabilitas 3,2 persen.

Elektabilitas Dharma-Kun lebih kecil dari angka golput yang mencapai 3,9 persen dan angka responden yang belum menentukan jawaban, 12,8 persen.

Angka elektabilitas RK-Suswono saat itu sudah cukup membawanya untuk menang Pilkada Jakarta 2024 hanya dalam satu putaran.

Survei ini dirilis pada Rabu (18/9/2024).
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sampel sebanyak 1200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error)±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Sampel berasal dari seluruh Kota Administratif di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional.

Wawancara tatap muka dilakukan oleh pewawancara yang telah dilatih terhadap responden terpilih.

Kendali mutu hasil wawancara dilakukan secara random pada 20 persen total sampel oleh supervisor lapangan dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kendali mutu ini tidak ditemukan kesalahan berarti.

Poltracking Indonesia 9-15 September

Sementara itu, Poltracking Indonesia merilis hasil surveinya soal Pilkada Jakarta 2024 pada  Jumat (27/9/2024).

Pada simulasi 3 paslon, RK-Suswono unggul dengan angka elektabilitas 47,5 persen.

Sedangkan Pramono-Rano elektabilitasnya 31,5 persen dan Dharma-Kun 5,1 persen.

Yang belum menentukan jawaban sebanyak 15,9 persen.

Selisih elektabilitas RK-Suswono dan Pramono-Rano mencapai 16 persen.

Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. 

Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 9-15 September 2024. Sampel pada survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei menjangkau 6 kabupaten/kota di Daerah Khusus Jakarta secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak.

Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.

Charta Politika Inonesia (19-24 September)

Sementara, Charta Politika merilis hasil surveinya soal Pilkada Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Elektabilitas ketiga paslon naik jika dibandingkan dengan dua survei sebelumnya.

Elektabilitas Rk-Suswono 48,30 persen, Pramono-Rano 36,50 persen dan Dharma-Kun 5,60 persen.

Sedangkan responden yang tidak menjawab sebanyak 9.70 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memaparkan tren elektabilitas ketiga paslon membandingkan tiga hasil survei termasuk yang ia kerjakan.

"Trennya agak menarik, Kang Emil masih bisa mempertahankan posisinya di nomor satu, tetapi terjadi tren penurunan paling tidak dari survei pertama dibandingkan dengan survei kedua atau dari survei pertama dibandingkan dengan survei ketiga," papar Yunarto saat merilis hasil surveinya di Youtube Charta Politika Indonesia.

Yunarto mengatakan, tren penurunan ini menjadi peringatan bagi tim di belakang RK-Suswono.

"Jadi ini catatan buat Kang Emil, lampu kuning buat timses harus lebih semangat lagi dan terkait dengan evaluasi proses branding, pekerjaan di lapangan," kata dia.

Sementara, Pramono-Rano menunjukkan tren kenaikan elektabilitas.

"Dalam selisih waktu sekitar dua minggu, dari survei pertama 28,4 persen lalu naik sekarang ke angka 36,50 persen," jelas Yunarto.

Namun, dengan waktu kampanye yang tidak lama, kemampuan Pramono-Rano mengejar RK-Suswono masih menjadi tanda tanya.

"Tinggal pertanyaannya, waktunya cukup atau tidak untuk mengejar," kata Yunarto.

Paslon Dharma-Kun juga mengalami kenaikan, namun belum cukup untuk bersaing dengan dua paslon lain.

"Tetap ada kenaikan, walaupun jauh sekali dari angka yang bisa kita katakan kompetitif," kata Yunarto.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 1200 responden, yang tersebar di 5 Wilayah Provinsi Jakarta.

Metodelogi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2.9 persen persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen.

LSI (10-17 Oktober)

Terkini, LSI kembali merilis hasil surveinya yang dilakukan pada 10-17 Oktober 2024.

Momen tersebut ketika pemilih Jakarta sudah menyaksikan debat perdana para cagub-cawagub yang digelar pada Minggu (6/10/2024).

Pada survei terbaru ini, elektabilita Pramono-Rano melesat jadi 41,6 persen.

Paslon dari PDIP itu menyalip RK-Suswono yang elektabilitasnya anjlok menjadi 37,4 persen.

Sedangkan elektabilitas Dharma-Kun di angka 6,6 persen.

"Sedangkan sisanya yakni 14,4 persen adalah massa mengambang yang belum menentukan pilihannya," ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat merilis hasil survei terbarunya, Rabu (23/10/2024).

Djayadi memaparkan, secara tren, pasangan Pramono-Rano memang terus menanjak dari empat hasil survei yang telah dilakukan oleh tiga lembaga survei mengenai Pilkada Jakarta dalam sebulan terakhir.

"Ada kecenderungan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil–Suswono mengalami penurunan, sedangkan elektabilitas pasangan Dharma-Kun cenderung stabil," kata Djayadi.

Dalam survei LSI terkuak bahwa alasan utama responden memilih Gubernur DKI Jakarta adalah pengalaman di pemerintahan yakni sebesar 23,1 persen, kemudian karena jujur bersih dari korupsi 15,4 persen dan karena sudah ada bukti nyata hasil kerjanya 11,5 persen.

“Dari temuan hasil survei ini menunjukkan putaran kedua sangat mungkin terjadi. Hal ini bila melihat ada 14,4 persen responden yang belum menentukan pilihan. Jadi belum ada yang dapat 50 persen + 1,” kata Djayadi.

Meski begitu, Djayadi mengatakan, bisa juga Pilkada Jakarta berlangsung Satu putaran apabila Pramono-Rano bisa terus meningkatkan elektabilitasnya mengingat masih satu bulan lagi menuju hari pencoblosan.

“Kalau naik lagi 13 persen pada November nanti maka bisa saja satu putaran bagi kemenangan Pramono Anung dan Rano Karno,” kata Djayadi.

Salah satu faktor yang membuat Pramono-Rano berhasil mengungguli RK-Suswono adalah karena faktor cawagub.

Elektabilitas Rano Karno tinggi dan jauh mengungguli Suswono dan Kun Wardana.

Pada temuan LSI, pada simulasi tiga cawagub, elektabilitas Rano Karno mencapai 67,1 persen. Sedangkan Suswono hanya 14,8 persen dan Kun Wardana 2,0 persen. 16,1 persen responden tidak tahu atau tidak jawab.

"Saya kira ini salahs atu faktor yang menjelaskan saat ini Pram-Rano bisa menyaingi bahkan mengungguli pasangan RIDO (RK-Suswono), antara lain karena faktor wakil gubernurnya," kata Djayadi.

Untuk diketahui, populasi survei yang digelar pada 10-17 Oktober 2024 ini adalah warga Jakarta yang telah punya hak pilih.

Sampel sebanyak 1200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage
dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekira 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Sampel berasal dari seluruh Kota Administrasi di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional.

Wawancara tatap muka dilakukan oleh pewawancara yang telah dilatih terhadap
responden terpilih.

Kendali mutu hasil wawancara dilakukan secara random pada 20 persen dari total sampel oleh supervisor lapangan dengan kembali mendatangi responden.

Saat ini Pilkada Jakarta 2024 masih pada tahapan kampanye. Sementara tahapan pemungutan suara adalah pada 27 November 2024. I trb

×
Berita Terbaru Update
close