NEW DELHI - Penduduk Chhapora, sebuah desa di negara bagian Chhattisgarh, India, terkejut ketika melihat sebuah cabang dari State Bank of India (SBI) dibuka di pemukiman mereka yang sederhana.
Meskipun beberapa orang merasa skeptis sejak awal, banyak pula masyarakat yang melihat hal ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang stabil dan bergaji layak.
Pintu Dhurve (25) jadi salah satu dari enam orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai kasir di cabang SBI yang baru saja dibuka itu.
Tapi, ada sejumlah hal mencurigakan yang akhirnya mengemuka, seperti kurangnya pekerjaan yang harus dilakukan dan tidak adanya kartu identitas bagi para karyawan.
Namun, yang membuat warga percaya adalah logo SBI di pintu masuk. Di samping itu, tampak ruang kerja seluas 1.000 kaki persegi, perabotan baru, dan loket bank yang beroperasi. Semuanya mengesankan bahwa bank ini adalah bank yang sah.
Nyatanya, dilansir dari Hindustan Times, kenyataannya tidak seperti itu. To good to be true.
Selama 10 hari berturut-turut, keenam karyawan bank SBI di Chhapora datang ke tempat kerja hanya untuk melihat waktu berlalu. Manajer cabang, yang biasanya datang sekitar pukul 10 pagi dan pulang pada tengah hari, menyuruh mereka untuk mengakses situs web State Bank of India dan membaca tentang perusahaan dan protokolnya.
Suatu hari, manajer tersebut berhenti datang ke bank dan tidak ada yang mengatakan apa-apa.
Kemudian, polisi datang dengan membawa karyawan SBI yang sebenarnya dan mengatakan bahwa tempat kerja mereka adalah sebuah penipuan.
Terbongkarnya penipuan ini berawal dari kecurigaan. Penduduk desa yang datang ke cabang SBI yang baru dibuka memang diberitahu bahwa mereka tidak dapat melakukan operasi apa pun di sana karena server belum dipasang dan diminta untuk kembali lagi bulan depan.
Beberapa orang menganggap penjelasan tersebut mencurigakan. Ini diperkuat saat seorang pria lokal, Ajay Kumar Agrawal, mengajukan keluhan kepada polisi setempat mengenai jawaban aneh yang ia terima di bank baru tersebut dan tidak adanya kode cabang di papan nama bank. Kebenaran pun kian terungkap.
"Manajer cabang Dabra memberi tahu kami tentang kecurigaannya terhadap bank palsu yang beroperasi di Chhapora. Setelah diselidiki, dipastikan bahwa bank tersebut palsu, dan beberapa karyawan telah ditunjuk dengan dokumen-dokumen palsu," ujar juru bicara polisi Rajesh Patel.
Penipuan ini melibatkan penipuan terhadap beberapa orang dengan menjanjikan mereka pekerjaan yang stabil di State Bank of India, dan polisi memastikan bahwa tidak ada nasabah bank yang ditipu uangnya.
Namun, orang-orang miskin yang membayar untuk mendapatkan pekerjaan di sana kehilangan uang sebesar 1,2 juta rupee. I kps

